Foto : Presiden Mesir Mohamed Morsi (AP)
KAIRO - Massa pendukung oposisi Mesir
menggelar unjuk rasa menentang draf konstitusi yang dirancang fraksi
Ikhwanul Muslimin. Mereka pun menyebut Presiden Mohamed Morsi pecundang
dan mendesak Morsi mundur.
"Revolusi, revolusi demi konstitusi. Pergilah Morsi, pergi, kau pecundang!" demikian teriakan para demonstran, seperti dikutip Reuters, Rabu (19/12/2012).
Lewat referendum konstitusi, Morsi mendapatkan dukungan sebesar 57 persen. Sementara itu, fraksi oposisi berpendapat bahwa basis Konstitusi Mesir terlalu Islami. Meski demikian, oposisi tampaknya akan kalah dalam referendum konstitusi itu karena banyak warga Mesir yang mendukung Ikhwanul Muslimin.
Oposisi yang tergabung dalam Front Penyelamat Nasional mengklaim adanya kecurangan dalam voting referendum. Mereka pun mendesak demonstran agar menolak draf konstitusi yang tidak valid. Mereka pun menggelar unjuk rasa di Lapangan Tahrir yang menjadi jantung Revolusi Mesir.
Belakangan ini, popularitas Morsi sebagai Presiden Mesir dikabarkan mulai menurun seiring dengan kebijakan penghematan yang dicanangkan olehnya. Morsi berpendapat, untuk menangani krisis anggaran negara, pemerintah harus meningkatkan pajak dan memotong subsidi bahan bakar.
Para pendukung Morsi sepakat, konstitusi baru dibutuhkan untuk memajukan proses transisi demokrasi Mesir. Namun beberapa pihak menilai, konstitusi itu merugikan kelompok minoritas dan warga perempuan Mesir.
Demonstrasi serupa juga terjadi pada 22 November lalu, di saat Morsi ingin mengeluarkan dekrit kontroversi. Dekrit itu akan memperluas kekuasaan Morsi sebagai kepala negara Mesir.(AUL)
"Revolusi, revolusi demi konstitusi. Pergilah Morsi, pergi, kau pecundang!" demikian teriakan para demonstran, seperti dikutip Reuters, Rabu (19/12/2012).
Lewat referendum konstitusi, Morsi mendapatkan dukungan sebesar 57 persen. Sementara itu, fraksi oposisi berpendapat bahwa basis Konstitusi Mesir terlalu Islami. Meski demikian, oposisi tampaknya akan kalah dalam referendum konstitusi itu karena banyak warga Mesir yang mendukung Ikhwanul Muslimin.
Oposisi yang tergabung dalam Front Penyelamat Nasional mengklaim adanya kecurangan dalam voting referendum. Mereka pun mendesak demonstran agar menolak draf konstitusi yang tidak valid. Mereka pun menggelar unjuk rasa di Lapangan Tahrir yang menjadi jantung Revolusi Mesir.
Belakangan ini, popularitas Morsi sebagai Presiden Mesir dikabarkan mulai menurun seiring dengan kebijakan penghematan yang dicanangkan olehnya. Morsi berpendapat, untuk menangani krisis anggaran negara, pemerintah harus meningkatkan pajak dan memotong subsidi bahan bakar.
Para pendukung Morsi sepakat, konstitusi baru dibutuhkan untuk memajukan proses transisi demokrasi Mesir. Namun beberapa pihak menilai, konstitusi itu merugikan kelompok minoritas dan warga perempuan Mesir.
Demonstrasi serupa juga terjadi pada 22 November lalu, di saat Morsi ingin mengeluarkan dekrit kontroversi. Dekrit itu akan memperluas kekuasaan Morsi sebagai kepala negara Mesir.(AUL)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar